Latest Music :

Total Pageviews

Translate

Label

Blog Archive

Home » » PERCOBAAN I TES BUTA WARNA

PERCOBAAN I TES BUTA WARNA

Tuesday, 26 March 2013 | 0 komentar




Tujuan        :
Untuk mengetahui apakah seseorang buta warna atau tidak
Alat dan bahan :
Gambar tes buta warna (istihara’s)
Cara kerja :
Gambar dirancang untuk menunjukkan secara betul (correct) dalam ruangan yang diterangi dengan cahaya matahari. Penggunaan cahaya matahari secara langsung atau menggunakan cahaya listrik dapat memberi hasil yang berbeda, sebab terjadi perubahan oleh adanya bayangan warna. Bila hanya mungkin menggunakan cahaya listrik, hendaknya diatur sedemikian rupa, sehingga menyerupai cahaya matahari alamiah. Gambar diletakkan 75 cm dari subyek dan diarahkan hingga bidang gambar pada kertas membentuk sudut yang betul pada garis penglihatan. Angka-angka yang terlihat pada gambar disebutkan dan setiap jawaban hendaknya diberikan tidak lebih dari 3 detik.

Pertanyaan :
1.     Sebutkan macam-macam buta warna !
2.     Apakah penyakit ini termasuk golongan penyakit herediter atau congenital ?




LAPORAN PERCOBAAN I

NAMA :
NPM             :
KELOMPOK    :
TGL. PRAK.   :

Nama                     :
Umur                     :
Jenis kelamin          :
Periksa buta warna  : Pernah/belum
Jika pernah, kapan  :

No. Gambar
Terlihat oleh probandus
Terlihat oleh orang normal
No. 1


No. 2


No. 3


No. 4


No. 5


No. 6


No. 7


No. 8


No. 9


No. 10


No. 11


No. 12


No. 13


No. 14



Kesimpulan :

PERCOBAAN II
PENGLIHATAN
(VISUS, LAPANGAN PENGLIHATAN)

  1. VISUS (Ketajaman penglihatan)
Tujuan percobaan :
Menyelidiki ketajaman penglihatan
Alat yang digunakan :
Snellen’s type chart
Kaca mata dengan penutup
Cara kerja :
  1. Ketajaman penglihatan ini diperiksa untuk masing-masing mata tersendiri. Salah satu mata ditutup dengan sebuah pelat yang dipasang pada sebuah gagang (montuur, frame) kacamata. Kemudian duduklah pada suatu jarak tertentu (d jarak dari papan huruf Snellen’s).
  2. Periksa huruf-huruf manakah yang terkecil yang masih dapat dikenal.
  3. Hitunglah ketajaman penglihatan (visus) dari mata itu. Ketajaman mata ini dinyatakan dengan rumus Snellen’s.

V = d
       D

Keterangan :
 V       =  Visus, ketajaman penglihatan
 D      =  Jarak (m) dimana mata masih bisa mengenal huruf-huruf itu (dicatat pada tiap jenis huruf)
 d       =  Jarak (dalam meter) dimana mata itu berada
·         Penilaian:
v     Normal: 6/6 à 6: jarak yang dibutuhkan oleh pasien untuk dapat membaca huruf dengan baik, sedangkan 6: jarak yang dibutuhkan untuk dapat membaca huruf bagi setiap orang normal
v     Contoh: hasil pemeriksaan 6/10, artinya: pada orang normal à jarak yang dibutuhkan untuk dapat membaca huruf dengan baik adalah 10 meter, tetapi pada pasien harus dengan jarak 6 meter.
·         Bila penglihatan agak buruk, dilakukan cara:
v     Dengan menghitung jari à 1/20
v     Dengan melambaikan tangan à 1/100
v     Dengan membedakan terang dan gelap à 1/tak terhingga
v     Buta total à 0
·                     Ketajaman penglihatan dekat:
v     Dengan menggunakan table jangger atau huruf dari buku, jarak mata pasien dan table + 50 cm

  1. Lapangan penglihatan
v     Test konfrontasi:
    • Alat: jari dan benda bulat berwarna putih
    • Cara:
ü      Fungsi mata diperiksa secara bergantian
ü      Pasien dan pemeriksa berhadapan pada garis dan ketinggian yang sama ( 60 – 100 cm)
ü      Mata yang lain ditutup à objeck digerakkan pada bidang tengah à mulai dari luar lapangan pemandangan digerakkan ke dalam sampai pasien melihat objeck. Biasanya benda digerakkan dari atas ke bawah dan dari kedua sisi
ü      Lapangan penglihatan pasien dibandingkan dengan lapangan penglihatan pemeriksa



LAPORAN PERCOBAAN II
NAMA :
NPM             :
KELOMPOK    :
TGL. PRAK.   :

v     VISUS
-          Hasil pemeriksaan visus, pada jarak 6 meter……
Probandus
umur
V. O. D
V. O. S
Kesimpulan
1.




2.




3.





-          Bila dari percobaan didapat visus 6/6, maka orang percobaan tersebut adalah………

v     Lapangan penglihatan






PERCOBAAN III
PEMERIKSAAN PENDENGARAN

Tujuan :
Pada percobaan ini mahasiswa dapat :
1.     Mengukur ketajaman pendengaran dengan menggunakan Garpu Tala.
2.     Melakukan pemeriksaan fungsi pendengaran dengan cara :
v     Rinne
Garpu tala digetarkan à ditempelkan pada os. mastoid pasien dan jika tidak mendengar maka dipindahkan ke depan liang telinga pasien. Rine positif jika mendengar di depan liang telinga dan negative jika tidak mendengar pada os. mastoid
v     Weber
Garpu tala diletakkan pada puncak kepala pasien atau pada dahi. Dikatakan tidak ada lateralisasi jika pasien mendengar sama kuat pada kedua telinga. Pada penyakit telinga luar dan telinga tengah à lateralisasi kearah yang sakit, pada lesi N. koklearis à laterralisasi kearah yang sehat.
v     Schwabach
Membandingkan pendengaran pasien dengan pendengaran pemeriksa. Mula-mula dengan konduksi tulang kemudian konduksi udara. Garpu tala diletakkan pada prosesus mastoideus pasien sampai ia tidak mendengar getaran lagi à setelah itu pada prosesus mastoideus pemeriksa, dan bergantian dengan telinga sebelahnya
Alat yang dipergunakan :
  1. Garpu tala


I.      PEMERIKSAAN PENDENGARAN DENGAN GARPU TALA
  1. TEST RINNE
  1. Getarkan garpu tla (frekuensi 256) dengan cara memukulkan salah satu ujung jarinya ke telapak tangan. Jangan sekali-kali memukulkan pada benda keras.
  2. Tekan ujung tangkai garpu tala pada proc. Mastoideus salah satu telinga probandus.
  3. Tanyakan pada probandus apakah ia mendengar bunyi garpu tala mendengung di telinga yang diperiksa, bila mendengung tunggu dengungan hilang lalu beri tanda.
  4. Pada saat itu pemeriksa mengangkat garpu tala dari proc. Mastoideus probandus dan kemudian ujung garpu tala ditempatkan sedekat-dekatnya di depan lubang telinga yang sedang diperiksa. Bila masih terdengan disebut Rinne Positif dan bila tidak terdengar disebut Rinne negatif.
  5. Catat hasil pemeriksaan rinne sebagai berikut :
Positif   : bila probandus masih mendengar dengungan secara hantaran aerotimpanal.
Negatif  : bila probandus tidak lagi mendengar dengungan secara hantaran aerotimpanal
  1. TES SCHWABACH
  1. Getarkan garpu tala (frekuensi 256 Hz) dengan cara seperti A1.
  2. Tekanlah ujung pangkal garpu tala pada proc. Mastoideus salah satu telinga probandus.
  3. Probandus mengacungkan tangan pada saat dengungan menghilang.
  4. Lalu pemeriksa memindahkan garpu tala ke proc. Mastoideus pemeriksa (telinga pemeriksa dianggap normal). Apabila dengungan masih terdengan maka disebut “SCHWABACH MEMENDEK” dan apabila dengungan tidak terdengar oleh pemeriksa maka disebut “SCHWABACH NORMAL”. Bila pemeriksaan diulang dengan cara sebaliknya yaitu diletakkan pada proc. Mastoideus pemeriksa labih dulu, bila pasien masih mendengar bunyi tersebut maka disebut “SCHWABACH MEMANJANG” dan bila pasien dan pemeriksa kira-kira sama-sama mendengarnya disebut SCHWABACH sama dengan pemeriksa.

Pertanyaan :
1.     Jelaskan tahapan proses terdengarnya suatu bunyi !
2.     Sebutkan macam-macam tuli !
3.     Apa yang dimaksud dengan Schwabach memanjang dan Schwabach memendek ?


LAPORAN PERCOBAAN III

NAMA :
NPM             :
KELOMPOK    :
TGL. PRAK.   :

Pobandus
Rinne
Weber
Schwabach

Kesimpulan
Kanan
Kiri

Kanan
Kiri
1.
2.
3.
4.
5.







Rinne positif berarti :
Rinne negatif berarti :
Weber lateralisasi ke kanan berarti :
Weber ke kiri berarti :
Schwabach hantaran tulang probandus memanjang berarti :
Schwabach hantaran tulang probandus memendek berarti :
Kesimpulan :




PERCOBAAN IV
FISIOLOGI NYERI

Tujuan percobaan :
Agar mahasiswa dapat memahami fisiologi nyeri, dapat mendefinisikan nyeri somatic atau nyeri perifer dan visceral, dan dapat mendemonstrasikan praktikum, perasaan nyeri.

Alat dan bahan :
1.     Jarum bundle, rambut Von Frey
2.     Kapas alcohol
3.     Pinset, Forceps arteri
4.     Tabung reaksi 10 buah- aesthesiometer temperature
5.     Tensimeter
6.     Ergometer

Cara Kerja :
1.     Nyeri kulit
Rangsanglah kulit bagian punggung lengan bawah naracoba yang tidak melihat rangsangan tersebut, tanyakan kepada naracoba nyeri macam apa yang dirasakan, misalnya pada saat ia dirangsang dengan :
  1. Tusukan jarum
  2. Sentuhan tabung reaksi yang telah diisi dengan air panas dengan berbagai temperature.
  3. Pijitan forceps
  4. Pencabutan rambut kulit secara cepat atau lambat
Pada sentuhan benda panas pada temperature berapakah ia mulai merasakan nyeri (ambang nyeri). Apa perbedaan perasaan nyeri pada pencabutan rambut secara cepat dan lambat ?
2.     Nyeri dalam
Nyeri dalam dapat ditunjukkan dengan cara :
  1. Memijat antar fascia jari keempat dari jari kelima tangan kiri dengan jari telunjuk dan ibu jari tangan kanan oleh naracoba sendiri sampai timbul nyeri.
  2. Menekan tendo Achilles sampai timbul rasa nyeri, suruhlah naracoba melakukan hal tersebut di atas. Tanyakan apakah ada perbedaan rasa nyeri antara kedua tindakan tersebut diatas, apakah sama rasa nyerinya, bila disbanding dengan rasa nyeri kulit.
  3. Mengurangi aliran darah ke daerah otot yang sedang aktif bekerja. Pasanglah manset tensimeter pada lengan kanan naracoba, naikkan tekanan manset diatas tekanan sistol (160-200 mmHg) disertai naracoba melakukan ergometer dengan frekuensi 1 kali/detik. Percobaan ini naracoba akan merasakan nyeri pada lengan kanan bawah dalam waktu antara 24-25 detik. Nyeri akan semakin bertambah delam waktu 60-90 detik. Intensitas rasa nyeri tergantung berat ringannya kerja (frekuensi kerja, berat badan, dan lama kerja). Lakukan gerakan tekanan pada ergometer 2 kali/detik dan 1 kali. Juga naikkan beban dalam ergometer. Apakah yang terjadi ?
Pertanyaan :
1.     Apa yang dimaksud dengan nyeri somatic ?
2.     Apa yang dimaksud dengan nyeri visceral ?
3.     Jelaskan mekanisme terjadinya nyeri pada kulit !
LAPORAN PERCOBAAN IV

NAMA :
NPM             :
KELOMPOK    :
TGL. PRAK.   :

Nama Probandus     :
Umur                     :
Jenis kelamin          :
Tinggi badan          :
Berat badan            :
1.     Uraikan nyeri macam apa yang timbul waktu dirangsang dengan rangsangan sebagai berikut :
a.      Tusukan jarum        :
b.     Sentuhan panas      :
c.      Pijatan forcep         :
d.     Percobaan kulit       :
2.     Pada sentuhan benda panas, pada temperature berapakah anda merasakan panas ?
3.     Apa perbedaan nyeri pada pencabutan rambut-rambut secara cepat dan secara lambat ?
4.     Apa perbedaan nyeri dalam dan nyeri pada kulit ?
5.     Jelaskan nyeri otot iskhemik !


PERCOBAAN V
REFLEKS PADA MANUSIA

Dasar :
Gerak reflek adalah gerakan yang tidak disadari, yang timbul akibat adanya rangsang. Gerak reflek ini ada yang monosinaptik dan ada yang polisinaptik. Lintasan impulsnya selain melalui system saraf tepi, juga mencakup susunan saraf pusat.
Tujuan :
Memahami pengertian refleks
Alat dan bahan :
1.     Martil reflek
2.     Kapas
3.     Aquades
Cara kerja :
1.     Reflek lutut
  1. Naracoba duduk bertupang kaki (kaki kanan di atas) dan mengalihkan perhatiannya ke sekeliling.
  2. Penguji memukul ligamentum patellae kaki kanan naracoba (kaki yang bertumpang di atas) dengan martil reflek.
  3. Amati gerak reflek yang terjadi. Catatlah hasilnya pada lembar kerja.
2.     Reflek tumit
  1. Naracoba berdiri dengan kaki kiri dibengkokkan dan diletakkan pada kursi naracoba mengalihkan perhatiannya ke sekeliling.
  2. Penguji memukul tendo Achilles kaki kiri naracoba (yang dibengkokkan) dengan martil reflek.
  3. Amati dan catat gerak reflek yang terjadi
3.     Reflek bisep
  1. Lengan kanan naracoba diluruskan secara pasif dan letakkan diatas meja, naracoba mengalihkan perhatiannya ke sekelilingnya.
  2. Penguji memukul tendo m. biceps brachii lengan tersebut dengan martil reflek
  3. Amati dan catat gerak refleknya
4.     Reflek trisep
  1. Lengan kiri naracoba dibengkokkan secara pasif. Alihkan perhatian naracoba ke sekelilingnya.
  2. Penguji memukul tendo m. triceps brachii lengan tersebut dengan martil reflek
  3. Amati dan catat gerak reflek
5.     Reflek mengejap
  1. Naracoba mkedua matanya dan mengarahkan pandangannya ke titik yang jauh
  2. Penguji menyentuh permukaan kornea mata kanan naracoba dengan ujung kapas yang telah dibasahi aquades
  3. Amati dan catat gerak reflek yang terjadi

Pertanyaan :
1.     Apa yang dimaksud dengan gerak reflek monosinaptik ?
2.     Apa yang dimaksud dengan gerak reflek polisanaptik ?
3.     Jelaskan mekanisme terjadinya reflek !



LAPORAN PERCOBAAN V

NAMA :
NPM             :
KELOMPOK    :
TGL. PRAK.   :

Nama probandus     :
Umur                     :
Jenis kelamin          :
Tinggi badan          :
Berat badan            :
Hasil percobaan      :
MACAM REFLEK
KANAN
KIRI
ADA
TIDAK ADA
R. LUTUT




R. TUMIT




R. TRICEPS




R. BICEPS





Kesimpulan :





PERCOBAAN VI
WAKTU REAKSI

Tujuan :
Agar mahasiswa mampu melakukan pengukuran waktu reaksi dan memahami penggunaan waktu reaksi dalam kehidupan sehari-hari.

Alat-alat :
1.     Stopwatch elektronik 1 buah
2.     Stopwatch tekan 2 buah
3.     Garpu suara 1 buah
4.     Alat peraga cahaya dengan lempeng-lempeng huruf atau angka

Cara kerja :
1.     Rangsangan sentuhan
  1. Mula-mula naracoba disuruh memegang stopwatch tekan pada tangan kiri yang dijulurkan lurus ke atas meja.
  2. Mata naracoba ditutup, peneliti juga memegang stopwatch yang sama kecepatannya dengan stopwatch tekan, namun waktu ditekan tidak menimbulkan suara.
  3. Peneliti menekan stopwatch bersamaan dengan menyentuh tangan kiri naracoba.
  4. Naracoba diminta menekan dengan tangan kirinya begitu mendapat sentuhan.
  5. Perbedaan antara waktu penekanan stopwatch oleh peneliti dan naracoba merupakan suatu reaksi yang sederhana.
  6. Untuk mengukur tersebut secara serempak, bersamaan waktu, sehingga perbedaan waktu dapat dibaca.
2.     Rangsangan suara
Dengan cara seperti percobaan satu, tetapi percobaan ini yang akan diberikan adalah rangsangan suara, naracoba yang disuruh menekan stopwatch bila ia mendengar garputala (stopwatch) bukan sentuhan.
3.     Rangsangan cahaya
Pada percobaan ini rangsangan yang diberikan adalah cahaya lampu baterai. Caranya seperti percobaan satu.


LAPORAN PERCOBAAN VI

NAMA           :
NPM             :
KELOMPOK    :
TGL. PRAK.   :

Nama probandus     :
Umur                     :
Jenis kelamin          :
Tinggi badan          :
Berat badan            :

1.     Berapakah waktu reaksi yang anda ukur pada rangsang :
a.      Sentuhan      :
b.     Suara           :
c.      Cahaya         :
d.     Pilihan                   :
2.     Jelaskan mengapa waktu reaksi yang diperoleh berbeda antara percobaan yang satu dengan yang lain !




PERCOBAAN VII
MEKANISME SENSORI

Tujuan :
Mengetahui berbagai macam reseptor yang terdapat di kulit.
Alat-alat :
1.     Spidol
2.     Tangkai berkepala kerucut tembaga (Cu) dengan serbuk tembaga (Cu)
3.     Air panas
4.     Air
5.     jarum bundle

Cara kerja :
1.     Naracoba meletakkan tangan kirinya tengkurap di meja dan kedua matanya ditutup.
2.     Penguji membuat gambar bujur sangkar dipunggung tangan kiri naracoba tersebut. Luas bujur sangkar 4 cm. Bagilah petak bujur sangkar tersebut menjadi 16 bujur sangkar dengan sisi sepanjang 0.5 cm.
3.     Dengan menggunkan jarum bunder penguji mencari titik-titik yang memberikan kesan tekanan. Cara mencarinya yaitu dengan menekan jarum bundle secara ringan, tegak lurus permukaan dan hanya sebantar pada titik-titik berambut dipunggung tangan. Penekanan dilakukan satu kali. Naracoba mengatakan “ya” jika merasakan rangsangan itu sebagai tekanan. Penguji menandai titik-titik tersebut.
4.     Untuk mencari titik-titik yang memberi kesan panas dan dingin, penguji harus menggunaknan tangkai berkepala kerucut tembaga yang telah diletakkan pada serbuk tembaga yang telah direndam dalam air panas dan air es. Pada saat perangsangan penguji meletakkan tangkai berkepala kerucut secara ringan, tegak lurus permukaan kulit dan hanya sebentar. Seperti pada pencarian titik tekanan. Setiap kali ada perangsangan yang menimbulkan kesan panas atau dingin naracoba mengatakan “ya”, lalu ditandai.
5.     Dengan cara yang sama penguji mencari titik-titik sakit.

Pertanyaan :
1.     Sebutkan macam-macam reseptor sensorik ! (jelaskan)
2.     Sebutkan macam-macam rangsangan sensoris !






LAPORAN PERCOBAAN VII

NAMA :
NPM             :
KELOMPOK    :
TGL. PRAK.   :

Nama probandus     :
Umur                     :
Jenis kelamin          :
Tinggi badan          :
Berat badan            :
1.     Hasil pemetaan titik-titik tekanan, panas, dingin, dan sakit
2.     Jumlah titik-titik tekanan, panas, dingin, dan sakit
TITIK
JUMLAH
%
TEKANAN


PANAS


DINGIN


SAKIT


JUMLAH



Kesimpulan :




PERCOBAAN VIII
SISTEM SARAF PUSAT
REFLEK MENGHINDAR DAN REFLEK BERSYARAT

Tujuan :
1.     Dapat memahami fungsi system saraf pusat dengan mempelajari reflek menghindar dan reflek bersyarat
2.     Memahami faal nyeri dan reflek menghindar
3.     Memahami proses belajar dalam reflek bersyarat

Alat dan bahan :
1.     Aquarium
2.     Stimulator listrik
3.     Elektroda kasa
4.     Lampu merah dan lampu hijau, masing-masing satu buah
5.     Ikan mas

Cara kerja :
Pada percobaan ini stimulasi nyeri dilakukan dengan stimulator listrik yang dapat menstumulasi ikan berulang-ulang melalui air tempat ikan tersebut berenang-renang sedangkan stimulasi yang tidak menimbulkan rasa nyeri dilakukan dengan lampu merah dan diletakkan di dinding aquarium.

Taruhlah ikan mas dalam aquarium yang di isi air dan dilengkapi dengan elektroda kasa. Tunggulah beberapa menit sampai ikan beradaptasi di aquarium. Nyalakan lampu merah ketika ikan berada diantara kedua elektroda stimulasi. Lima detik kemudian lakukanlha stimulasi listrik. Setelah ikan menjauh dari daerah stimulasi, hentikan stimulasinya. Biarkan ikan mendekat daerah stimulasi, kalau ikan sudah dekat di daerah stimulasi. Lakukan percobaan tersebut berulang-ulang sampai mendapat reaksi menghindar dengan hanya menyalakan lampu merah saja.
Pengamatan :
Amatilah reaksi-reaksi yang terjadi dan catatlah beberapa stimulasi yang diberikan untuk menyimpulkan reflek bersyarat.

Pertanyaan :
1.     Apa yang dimaksud dengan reflek bersyarat dan reflek menghindar ?
2.     Bagaimanakah dari system saraf pusat yang merupakan pusat reflek pada manusia ?







LAPORAN PERCOBAAN VIII

NAMA :
NPM             :
KELOMPOK    :
TGL. PRAK.   :

1.     Uraian apa yang anda amati pada percobaan tersebut ?





2.     Berikan komentar






PERCOBAAN IX
FUNGSI CEREBELLUM

Tujuan :
1.     Memahami system saraf pusat dengan metode perusakan di berbagai daerah system saraf pusat.
2.     Dapat menerangkan pengaruh perusakan cerebellum
3.     Dapat membandingkan posisi gerakan dan koordinasi gerakan pada cerebellumnya rusak dari sebelumnya utuh.
4.     Dapat mendemonstrasikan gerakan otot posisi badan dan gangguan reflek.
5.     Dapat menyimpilkan fungsi cerebellum.

Alat dan bahan :
1.     Aquarium
2.     Alat perusak cerebellum ikan (jarum dengan berbagai ukuran panjang)
3.     Ikan mas

Cara kerja :
Amatilah keseimbangan ikan gerakan berenangnya sebelum cerebellum dirusak. Rusaklah cerebellum dengan menggunakan jarum bundle yang dibengkokkan pada ujungnya dengan panjang bagian yang bengkok sesuai dengan kedalaman letak cerebellum atau besar ikan.

Jarum dimaukkan melalui kulit di atas cerebellum. Letak cerebellum ditentukan dengan membuat segitiga sama sisi melalui kedua mata ikan, tiap mata ikan dan cerebellum merupakan titik sudutnya. Pada waktu merusak cerebellum ikan dipegang dengan tangan kiri, penusukan dilakukan dengan tangan kanan. Masukkan ikan ke dalam air lagi amati sekarang dan bandingkan dengan sebelum cerebellum dirusak.

Pertanyaan :
1.     Sebutkan macam-macam fungsi cerebellum !
2.     Apabila korteks cerebri rusak, apa yang akan terjadi ? Jelaskan !
3.     Sebutkan 2 nuklei utama yang dapat menyebabkan terjadinya hipotonia !







LAPORAN PERCOBAAN IX

NAMA :
NPM             :
KELOMPOK    :
TGL. PRAK.   :

Hasil pengamatan :
Pada percobaan ikan pada keadaan normal
1. Keseimbangan : posisi ikan punggung di atas, horizontal            : ya/tidak
2. Gerakan berenang : maju, membelok, naik turun secara normal   : ya/tidak
3. Koordinasi gerak : teratur, harmonis                               : ya/tidak
4. Pernafasan : …………./menit
5. Reflek menghilang ketukan badan ke……….
6. Tonus otot normotonis

Pada percobaan ikan dengan kerusakan cerebellum :
1. Keseimbangan : posisi ikan terlentang                                      : ya/tidak
2. Gerakan berenang : miring kearah kerusakan, berguling-guling    : ya/tidak
atau loncat-loncat
3. Koordinasi gerakan : teratur, harmonis                                     : ya /tidak
4. Pernafasan : …………/menit
5. Reflek menghilang ketukan badan sisi rusak ke ……..
6. Tonus otot hipertonis

PERCOBAAN X
SIKAP DAN KESEIMBANGAN BADAN

Tujuan :
Pada akhir percobaan ini mahasiswa harus dapat :
1.     Mengemukakan berbagai reaksi perubahan sikap badan katak oleh perangsangan canalis semisirkularis dan reaksi menegakkan badan setelah ekstipasi labirin.
2.     Menyebutkan beberapa factor yang dapat mempengaruhi reaksi perubahan sikap diatas.
3.     Mendemonstrasikan kepentingan kedudukan kepala dan mata dalam mempertahankan keseimbangan manusia.
4.     Mendemonstrasikan dan menerangkan pengaruh percepatan sudut :
  1. Dengan kursi barany terhadap :
-          Gerakan bola mata (nistagmus)
-          Tes penyimpangan penunjukkan
-          Tes jatuh
-          Kesan sensasi
  1. Dengan berjalan mengelilingi statif
Alat dan binatang percobaan yang diperlukan :
1.     Katak
2.     Papan fiksasi katak-gelas beker
3.     Ether-kapas-jarum pentul
4.     Skapel-guntung halus-pinset halus-bor halus
5.     Kursi putar barany
6.     Tongkat atau statif yang panjang
7.     Bak berisi air

I.       Percobaan pada katak
  1. Letakkan seekor katak di papan fiksasi dan tutuplah dengan gelas beker
  2. Peganglah papan fiksasi dan gelas beker itu dengan kedua belah tangan dan gerakanlah ke atas, ke bawah, putarlah ke kanan dan ke kiri.
  3. Perhatikan dengan seksama perubahan-perubahan sikap badan katak :
a.      Posisi kepala
b.     Fleksi/ekstensi ekstrimitas
  1. Bukalah gelas beker dan palingkan kepala ke kanan, perhatikan sikap dan kedudukan kakinya. (apa maksud kita memalingkan kepala katak ?)
  2. Masukkan katak ke dalam bak yang berisi air dan perhatikan gerakan kaki dan arah berenangnya.
  3. Buanglah labirin katak dengan cara berikut :
a.      Biuslah katak dengan cara memasukkannya bersama-sama dengan kapas yang telah dibasahi dengan ether ke dalam gelas beker yang ditelungkupkan.
b.     Setelah katak terbius letakkan katak terlentang di depan fiksasi dan sematkan jarum-jarum pentul pada keempat kakinya. (bagaimana kita mengetahui katak tersebut sudah terbius ?)
c.      Fiksasikan rahang atas katak dengan jarum pentul pada papan fiksasi dan bukalah mulutnya selebar-lebarnya.
d.     Guntinglah selaput lendir rahang atas di garis median dengan gunting halus sesuai dengan garis Y pada gambar.
e.      Bebaskan selaput lendir itu dari jaringan bawahnya dan doronglah ke lateral. Cegah perdarahan sedapat-dapatnya.
f.       Perhatikan dasar tengkorak katak terutama para basalenya yang membayang (=P pada gambar).
g.     Rusaklah labirin kanan dengan jalan main bor os. Parabasale di tempat yang diberi tanda x secara hati-hati setelah 1-2 mm (sampai terasa bahwa bor telah menembus tulang yang keras).
h.     Bersihkan daerah operasi dengan kapas dan kembalikan selaput lendir ke tempat semula. Dengan demikian alat keseimbangan kanan telah dibuang.
  1. Setelah efek pembiusan pada katak menghilang ulangi tindakan nomor 1 sampai nomor 5.
  2. Buanglah sekarang labirin kiri dengan cara yang sama.
  3. Ulangi tindakan nomor 1-5
  4. Catatlah hasil pengamatan saudara pada formulir yang telah disediakan.

II.  Percobaan pada manusia
  1. Pengaruh kedudukan kepala dan mata yang normal terhadap keseimbangan badan
1.     Probandus berjalan mengikuti suatu garis lurus dilantai dengan mata terbuka dan kepala serta badan dalam sikap biasa, perhatikan jalannya dan tanyakan apakah ia mengalami kesukaran dalam mengikuti dalam garis lurus tersebut.
2.     Ulangi percobaan di atas dengan mata tertutup
3.     Ulangi percobaan di aatas nomor 1-2 dengan :
a.      Kepala dimiringkan dengan kuat ke kiri
b.     Kepala dimiringkan dengan kuat ke kanan
Bagaimana pengaruh sikap dan mata terhadap keseimbangan badan ?
  1. Percobaan dengan kursi barany
-          Nistagmus
  1. Probandus duduk tegak di kursi barany dengan tangannya memegang erat tangan di kursi
  2. Tutup kedua matanya dengan sapu tangan dan tundukkan kepalanya 30º ke depan. (Apakah maksud tindakan penundukan kepala probandus 30º ke depan ?)
  3. Putarlah kursi ke kanan 10 kali dalam waktu 20 detik secara teratur dan tanpa sentakan.
  4. Hentikan putaran kursi dengan tiba-tiba.
  5. Bukalah sapu tangan dan probandus melihat jauh ke depan.
  6. Perhatikan adanya stigmus. Tetapkanlah arah komponen lambat dan cepat nistagmus tersebut. (Apa yang dimaksud dengan rotatory nistagmus dan posrotatory nistagmus ?)
-          Tes penyimpangan penunjukan (pas poiting tes of barany)
  1. Probandus duduk tegak di kursi barany dan tutup matanya dengan sapu tangan.
  2. Pemeriksa berdiri tepat dimuka kursi barany sambil mengulurkan tangan kirinya kearah probandus.
  3. Perintahkan probandus meluruskan tangan kanannya ke depan sehingga dapat menyentuh jari tangan pemeriksa yang telah diulurkan sebelumnya.
  4. Perintahkan probandus mengangkat lengan tangannya ke atas dengan cepat menurunkannya kembali sehingga dapat menyentuh jari pemeriksa lagi. Tindakan nomor 1-4 merupakan persiapan untuk tes yang sesungguhnya sebagai berikut :
a.      Perhatikan probandus dengan kedua tangannya memegang erat tangan kursi, menundukkan kepala 30° ke depan.
b.     Putarlah kursi ke kanan 10 kali selama 10 detik secara teratur tanpa sentakan.
c.      Segera setelah pemutaran kursi dihentikan dengan tiba-tiba, perinatahkan probandus untuk menegakkan kepalanya dan melakukan tes penyimpangan penunjukkan seperti di atas.
d.     Perhatikan apakah terjadi penyimpangan penunjukan oleh probandus. Bila terjadi penyimpangan tetapkan arah penyimpangan. Teruskanlah tes tersebut sampai probandus tidak salah lagi menyentuh tangan pemeriksa. (bagaimana keterangan terjadinya past poiting ?)
-          Tes jatuh
  1. Probandus duduk di kursi barany dengan kedua tangannya memegang erat tangan kursi. Tutuplah kedua matanya dengan sapu tangan, bungkukkan kepala dan badannya sehingga posisi kepala membentuk sudut 120° dari posisi normal. (apa maksud dari penundukan kepala probandus 120° dari posisi normal ?)
  2. Putarlah kursi ke kanan 10 kali dalam waktu 10 detik secara teratur tanpa sentakan.
  3. Segera setelah pemutaran kursi dihentikan dengan tiba-tiba perintahkan probandus untuk menegakkan kembali kepala dan badannya.
  4. Perhatikan kemana ia akan jatuh dan tanyakan kepada probandus kemana ia akan jatuh.
  5. Ulangi tes jatuh ini pada probandus lain dengan :
a.      Kemiringan kepala kea rah bahu kanan sehingga miring 90° terhadap posisi normal
b.     Menegakkan kepala ke belakang sehingga membuat sudut 60°
  1. Hubungkan arah jatuh pada setiap probandus dengan arah aliran endolimpe pada kanalis semisirkularis yang terangsang.
-          Kesan (sensasi)
  1. Probandus duduk di kursi barany dan tutup matanya dengan sapu tangan.
  2. Putarlah kursi tersebut ke kanan dengan kecepatan yang berangsur-angsur bertambah dan kemudian kurangilah kecepatan putarnya secara berangsur-angsur pula sampai berhenti.
  3. Tanyakah pada probandus arah perasaan berputar :
-          Sewaktu kecepatan putar masih bertambah
-          Sewaktu kecepatan putar menetap
-          Sewaktu kecepatan putar dikurangi
-          Segera setelah kursi dihentikan
  1. Berikan tentang mekanisme terjadinya arah perasaan berputar yang dirasakan oleh probandus.
-          Percobaan sederhana untuk kanalis semisirkularis
  1. Probandus dengan mata tertutup dan kepala ditundukan 30°, berputar sambil berpegangan pada tongkat atau statif, menurut arah jarum jam, sebanyak 10 kali dalam 30 detik.
  2. Perintahkan probandus berhenti kemudian membuka matanya dan berjalan lurus ke muka.
  3. Perhatikan apa yang terjadi !
  4. Ulangi percobaan ini dengan berputar menurut arah yang berlawanan dengan jarum jam.
-          Apa yang saudara harapkan yang terjadi pada probandus ketika berjalan lurus ke muka setelah berputar 10 kali searah jarum jam ?
-          Bagaimana keterangannya ?

Pertanyaan :
1.     Apa yang dimaksud dengan stigmus ?
2.     Apa yang dimaksud dengan Nistagmus ?
3.     Sebutkan letak kesimbangan pada menusia !






LAPORAN PERCOBAAN X

NAMA :
NPM             :
KELOMPOK    :
TGL. PRAK.   :

-          Sikap katak sebelum ekstirpasi labirynth

-          Sikap katak setelah ekstirpasi labirynth unilateral sebelah
  1. Kepala                    :
Penjelasan              :
  1. Ekstrimitas             :
Penjelasan              :
  1. Ekstrimitas belakang         :
Penjelasan                       :
  1. Cara berenang                  :
Penjelasan              :
  1. Lain-lain                 :
Sikap katak setelah ekstirpasi bilateral :
Penjelasan :

Kesimpulan :


PERCOBAAN XI
SISTEM CARDIOVASCULAR

Bunyi ditimbulkan oleh getaran. Bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia ditimbulkan oleh getaran dengan tinggi frekuensi antara 16-16.000 cps (cycles per second) dan paling sensitive diantara 500-5.000 cps.

Bunyi dapat direkam dengan hasil rekaman berupa grafik getaran. Aktivitas jantung dalam memompa darah dan turbulansi yang terjadi dalam aliran darah dapat menimbulkan bunyi dan bising jantung.

Perekaman bunyi dan bising jantung ini dikenal dengan istilah fonokardiografi sedangkan alat yang dipergunakan untuk merekamnya disebut fonokardiograf, kadang bunyi bising jantung tidak perlu direkam melainkan cukup dengan didengar saja dengan mempergunakan stetoskop, hal ini disebut auskultasi jantung (heart auscultation).

DENYUT JANTUNG (ICTUS CORDIS) DAN BUNYI JANTUNG
1.     Denyut jantung
Untuk percobaan ini probandus dibuka bajunya dan perhatikan apa yang tampak pada ruangan intercostals v, sedikit medial dari garis medioclavicular. Untuk lebih jelasnya probandus sedikit membungkukkan badannya. Lihat dan raba serta hitung denyut jantungnya. Catat apa yang akan terjadi bila probandus melakukan ekspirasi atau inspirasi yang dalam.
2.     Bunyi jantung
Dengarkan bunyi jantung pada tempat-tempat berikut ini :
a.      Di apex
b.     Sela iga II sebelah kanan dari sternum
c.      Sela iga II sebelah kiri dari sternum
d.     Sela iga IV sebelah kanan sternum
e.      Sela iga IV sebelah kiri sternum
Perhatikan masa istirahat dari bunyi tadi. Apakah bedanya ?
Masa istirahat ini dapat dicatat sebagai berikut :
a.      Buatlah standar waktu dengan menggetarkan pegas waktu (timer) yang dihubungkan dengan sinyal magnit yang mencatat di atas tromol kymograph yang berputar.
b.     Putuskan hubungan listrik dengan pegas waktu ini. Turunkan sinyal magnet 1 cm di bawah standar waktu. Kemudian siap untuk mendengarkan bunyi jantung baik bunyi sistol maupun diastole. Tekan tombol (saklar) perangsang, setiap terdengar bunyi jantung apa pun. Hitung jarak waktu tipe bunyi jantung ini. Tunjukkan mana bunyi sistol dan mana bunyi diastole.
1.     Catat frekuensi nadi dengan menekan saklar setiap teraba nadi arteri radialis
2.     Tekanlah saklar setiap saudara mendengar bunyi sistol dan diastole berturut-turut
3.     Tekan saklar hanya bila terdengan bunyi sistol saja
Hitung masa-masa istirahat jantung dan hitung ritmenya serta perhatikan apakah ritme jantung ini regular atau tidak.
Pertanyaan :
1.     Jelaskan system sirkulasi darah pada manusia !
2.     Apa yang dimaksud dengan bunyi jantung I dan bunyi jantung II ?
3.     Berapakah harga normal tekanan darah pada wanita dan pria ?


LAPORAN PERCOBAAN XI

NAMA           :
NPM             :
KELOMPOK    :
TGL. PRAK.   :

Nama probandus     :
Jenis kelamin          :
Umur                     :
Hasil                      :







KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas kehendak-Nyalah kami dapat menyusun buku praktikum FISIOLOGI ini.

Buku penuntun praktikum ini disusun sedemikian rupa hingga diharapkan mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan teori untuk mempermudah dan memperlancar pekerjaan mahasiswa dalam mengerjakan berbagai latihan dalam praktikum ini.

Pada tiap-tiap latihan terdapat maksud dan tujuan tipa percobaan dan diakhiri dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada relevansinya dengan teori/konsep yang diajukan dalam kuliah-kuliah FISIOLOGI.

Disamping itu pada tiap latihan terlampir suatu laporan yang berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai latihan dan nilai-nilai nyata yang didapat dari hasil latihan pada percobaan tersebut.

Mudah-mudahan buku penuntun praktikum FISIOLOGI ini bermanfaat dalam penalaran FISIOLOGI.


Banjar,                              
Tim Penyusun



PERATURAN & TATA TERTIB PRAKTIKUM
  1. Di rumah/ sebelum melakukan praktikum
    1. Pelajari baik-baik percobaan yang akan anda lakukan atau kerjakan di laboratorium
    2. Kerjakan tugas atau laporan praktikum yang ada dalam percobaan yang lalu dan serahkan kepada pembimbing/asisten anda sebelum mengerjakan percobaan tersebut.
  2. Di dalam Laboratorium
    1. Praktikan tidak boleh masuk ruangan laboratorium sebelum jam praktikum.
    2. Praktikan diwajibkan dating tepat waktu, jika dating terlambat lebiih dari 15 menit dan tanpa ada alasan yang dapat diterima praktikan tidak diijinkan mengikuti praktikum waktu itu.
    3. Praktikan harus mengisi absensi sebelum mengikuti praktikum
    4. Sebelum praktikum dimulai akan diadakan responsi atau tes mengenai percobaan-percobaan yang akan dilakukan baik lisan atau tertulis.
    5. Laboratorium adalah ttempat bekerja/praktikum, karenanya:
1.     berpakaian yang sopan dan memakai jas lab
2.     tidak diperkenankan memakai sandal dan sebaiknya memakai sepatu beralas karet.
3.     Dilarang makan, minum atau merokok di dalam laboratorium
4.     Dilarang menyimpan barang-baranglain/tas lain-lain selain alat tulis dan penuntun praktikum di atas meja praktikum.
5.     Kehilangan barang menjadi tanggung jawab sendiri.
6.     Serahkan kartu praktikum dan tugas-tugas yang dikerjakan di rumah kepada asisten anda sebelum praktikum dimulai.
7.     Minta petunjuk pembimbing/asisten tentang alat-alat apa yang harus anda pinjam dari gudang dan dibuatkan bon pinjam.
8.     Kerusakan alat, kehilangan alat karena kelalaian praktikan diwajibkan menggantinya dalam waktu selambat-lambatnya 10 hari dari kerusakan/kehilangan alat tersebut.
9.     Jika butir 8 tidak dilaksanakan praktikan tidak diizinkan mengikuti praktikum pada minggu berikutnya, kecuali kalau ada alas an yang dapat diterima dan diberikan secara tertulis.
  1. Sesudah praktikum
    1. Buanglah semua jenis sampah ke dalam tempat yang sudah disediakan jangan dibuang ke dalam bak cuci dan jangan dibiarkan berserakan di lantai atau meja praktikum.
    2. Jika butir 1 tidak dilaksanakan anda tidak diizinkan praktikum pada minggu berikutnya.
    3. Kembalikan alat-alat praktikum ke tempat yang sudah ditentukan dalam keadaan baik dan bersih dan rapikan kembali meja tempat anda praktikum.
    4. Hasil pekerjaan praktikum, laporan-laporan, responsi-responsi tes-tes, akan menentukan nilai akhir praktikum
    5. Lihatlah pengumuman-pengumuman baik tentang nilai praktikum maupun tentang jenis praktikum yang harus anda persiapkan: pada waktu berikutnya.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………                        i
PERATURAN & TATA TERTIB PRAKTIKUM………………………….                    ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………..                        iii
I.       TES BUTA WARNA                                                                      1
II.      PENGLIHATAN                                                                           3
III.     PEMERIKSAAN PENDENGARAN                                                    6
IV.     FISIOLOGI NYERI                                                                       10
V.       REFLEK PADA MANUSIA                                                              13
VI.     WAKTU REAKSI.                                                                         16
VII.    MEKANISME SENSORI                                                                 19
VIII.   SISTEM SARAF PUSAT                                                                22
IX.      FUNGSI CEREBELLUM                                                                 25
X.       SIKAP DAN KESEIMBANGAN BADAN                                             28
XI.      SISTEM CARDIOVASCULAR                                                         36

Share this article :

No comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. KOMPLIT ADA DISINI - All Rights Reserved